[ Artikel ] Optimis Dan Positif

George Dantzing, seorang mahasiswa suatu kali datang terlambat mengikuti
perkuliahan. Saat George masuk kelas, yang dia lakukan adalah mencatat 2
soal matematika untuk dikerjakan di rumah. Saat tugas tersebut harus
dikumpulkan, maka dari seluruh mahasiswa hanya George yang bisa mengerjakan
soal tersebut. George sendiri juga heran, mengapa hanya dia seorang yang
mampu mengerjakan soal tersebut. Ternyata, sebelum memberikan 2 soal
matematika tersebut, sang profesor berkata kepada seisi kelas bahwa soal
tersebut sangatlah sulit untuk dikerjakan, bahkan belum pernah ada ahli
matematika yang mampu menyelesaikan soal tersebut. Ini membuat mereka
menjadi pesimis apakah mereka mampu mengerjakan soal tersebut. Sementara,
waktu itu George datang terlambat sehingga ia tidak mendengar pernyataan
tentang betapa sulitnya soal tersebut. Jadi, George pun tetap berpikir
optimis bahwa tidak ada soal yang tidak dapat dikerjakan.

Kisah tersebut membuktikan bahwa betapa besar kekuatan pikiran positif untuk
kesuksesan kita, demikian juga halnya betapa besar kekuatan pikiran negatif
untuk membuat kita pesimis dan menghambat keberhasilan kita. Oleh karena
itu, jika kita ingin meraih keberhasilan maksimal dalam hidup kita, tidak
ada pilihan lain kecuali kita mengembangkan pikiran positif dan sikap yang
optimis.

Di saat kita optimis dan berpikir positif, tiba-tiba pikiran kita menjadi
kreatif dan mencari cara untuk mewujudkannya. Sebaliknya di saat kita
pesimis dan berpikir negatif, tiba-tiba pikiran kita buntu dan mati gaya
sehingga akhirnya kita menyerah. Itu sebabnya jika kita mempelajari Firman
Tuhan, kita akan selalu merasakan sikap optimis dan positif.

Seseorang dibatasi oleh pikiran-pikiran yang ia pilih sendiri. Kembangkan
sikap optimis dan positif.

st-krwc

[ artikel ] Optimis Dan Positif

George Dantzing, seorang mahasiswa suatu kali datang terlambat mengikuti
perkuliahan. Saat George masuk kelas, yang dia lakukan adalah mencatat 2
soal matematika untuk dikerjakan di rumah. Saat tugas tersebut harus
dikumpulkan, maka dari seluruh mahasiswa hanya George yang bisa mengerjakan
soal tersebut. George sendiri juga heran, mengapa hanya dia seorang yang
mampu mengerjakan soal tersebut. Ternyata, sebelum memberikan 2 soal
matematika tersebut, sang profesor berkata kepada seisi kelas bahwa soal
tersebut sangatlah sulit untuk dikerjakan, bahkan belum pernah ada ahli
matematika yang mampu menyelesaikan soal tersebut. Ini membuat mereka
menjadi pesimis apakah mereka mampu mengerjakan soal tersebut. Sementara,
waktu itu George datang terlambat sehingga ia tidak mendengar pernyataan
tentang betapa sulitnya soal tersebut. Jadi, George pun tetap berpikir
optimis bahwa tidak ada soal yang tidak dapat dikerjakan.

Kisah tersebut membuktikan bahwa betapa besar kekuatan pikiran positif untuk
kesuksesan kita, demikian juga halnya betapa besar kekuatan pikiran negatif
untuk membuat kita pesimis dan menghambat keberhasilan kita. Oleh karena
itu, jika kita ingin meraih keberhasilan maksimal dalam hidup kita, tidak
ada pilihan lain kecuali kita mengembangkan pikiran positif dan sikap yang
optimis.

Di saat kita optimis dan berpikir positif, tiba-tiba pikiran kita menjadi
kreatif dan mencari cara untuk mewujudkannya. Sebaliknya di saat kita
pesimis dan berpikir negatif, tiba-tiba pikiran kita buntu dan mati gaya
sehingga akhirnya kita menyerah. Itu sebabnya jika kita mempelajari Firman
Tuhan, kita akan selalu merasakan sikap optimis dan positif.

Seseorang dibatasi oleh pikiran-pikiran yang ia pilih sendiri. Kembangkan
sikap optimis dan positif.

[ info ] komitmen

Jadi komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Harusnya, sekali kita komit, maka kita akan selalu mempertahankan janji itu sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata.Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita?


http://intandalamdebu.com/2007/08/01/komitmen/

[ Renungan ] Murah Hati

Bahasa Yunani murah hati adalah eleemon (bahasa Ibrani: khessed).
Kata ini mengandung tiga pengertian: (1) Simpati, kesediaan untuk
menangung kesusahan dan kesedihan orang lain; (2) Empati, kesediaan
untuk menempatkan diri pada "posisi" orang lain; ikut merasakan dan
mengalami apa yang orang lain rasakan dan alami; (3) Pengampunan,
kesediaan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti, lalu memulai
kembali relasi baru tanpa dibayangi kebencian.

Pada zaman modern sekarang ini, nilai-nilai kemurahan hati semakin
terkikis. Simpati menjadi sesuatu yang langka. Orang bisa sambil
tertawa-tawa membicarakan musibah yang menimpa orang lain, atau
bahkan tega menambah kesulitan kepada orang lain yang hidupnya sudah
susah. Empati juga semakin sukar ditemui. Orang gampang melontarkan
celaan, fitnahan, gosip, ejekan terhadap orang lain, tanpa
memikirkan bagaimana kalau mereka atau keluarga mereka yang
mengalaminya. Begitu pula pengampunan, semakin mahal. Yang subur
justru balas dendam; mata ganti mata, gigi ganti gigi, pukulan
dibalas pukulan, bom dibalas bom. Malah semakin runyam.

RH

[ Artikel ] Orang berhasil bangkit satu kali lebih banyak daripada kegagalannya

Sebuah keuletan cepat atau lambat akan mendatangkan hasil. Saat
kegagalan datang apakah kita akan menyerah? Bangkitlah dengan iman,
dan berusahalah terus -GK

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes