Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

sms

Date time: 08-11-2010 10:01:46

Content: Doa Malaikat Jibril mnjlng Ramadhn:
"Y ALLAH.. abaiknlh puasa umat Muhammad,jk
sblm RAmadHAn tdk;
1.mhn maaf trlbih dhl pd orgtuany
2.brmaafan lbh dULu a(.....)in bw brjuta2 pahala n mujizat bg kt.amin3x

sms

From: ina-xl<+628175421503>

Date time: 08-11-2010 06:09:34

Content: Pak yo.. Sample yang dibuat di bogowonto tlg di follow up..
Saya diminta kirim hari jumat ini... terimakasih

sms

rom: ina-xl<+628175421503>

Date time: 08-09-2010 15:08:45

Content: selamat sore. pak Yulianto pak Endra. maaf mohon dibantu untuk
follow up ke paj david. terimakasih dan salam

sms

From: ina-xl<+628175421503>

Date time: 08-08-2010 06:49:59

Content: selamat pagi. pak Trie, besok sore saya siap mengikuti rapat
koordinasi dengan mahardja.Terima kasih. yohanes sutarto

[ Renungan ] Murah Hati

Bahasa Yunani murah hati adalah eleemon (bahasa Ibrani: khessed).
Kata ini mengandung tiga pengertian: (1) Simpati, kesediaan untuk
menangung kesusahan dan kesedihan orang lain; (2) Empati, kesediaan
untuk menempatkan diri pada "posisi" orang lain; ikut merasakan dan
mengalami apa yang orang lain rasakan dan alami; (3) Pengampunan,
kesediaan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti, lalu memulai
kembali relasi baru tanpa dibayangi kebencian.

Pada zaman modern sekarang ini, nilai-nilai kemurahan hati semakin
terkikis. Simpati menjadi sesuatu yang langka. Orang bisa sambil
tertawa-tawa membicarakan musibah yang menimpa orang lain, atau
bahkan tega menambah kesulitan kepada orang lain yang hidupnya sudah
susah. Empati juga semakin sukar ditemui. Orang gampang melontarkan
celaan, fitnahan, gosip, ejekan terhadap orang lain, tanpa
memikirkan bagaimana kalau mereka atau keluarga mereka yang
mengalaminya. Begitu pula pengampunan, semakin mahal. Yang subur
justru balas dendam; mata ganti mata, gigi ganti gigi, pukulan
dibalas pukulan, bom dibalas bom. Malah semakin runyam.

RH

Renungan TEOLOGIA ARSIK

>> Tanggal: Senin, 11 Mei 2009
>> Bacaan : Kejadian 50:15-21
>> Setahun: Mazmur 91-93
>> Nats: Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,
>> tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan
>> maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni
>> memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kejadian 50:20)
>>
>> Judul:
>> TEOLOGIA ARSIK
>>
>> Arsik adalah makanan tradisional Batak. Terbuat dari bahan dasar ikan
>> mas, arsik diolah dengan beragam bumbu; cabe, bawang, kunyit, jahe,
>> lengkuas, merica, dan banyak lagi bumbu lain yang membuatnya kaya
>> cita rasa. Arsik akan sangat nikmat jika bumbunya telah bercampur dan
>> meresap dalam ikan mas tersebut. Setiap bahan dari masakan ini tidak
>> akan terasa enak jika dipisah-pisahkan. Ikan mas saja ditumis tanpa
>> bumbu, pasti hambar. Memakan cabe saja, pasti pedas. Kunyit pun tak
>> enak dan pahit. Lengkuas terasa panas. Merica, tak ada yang mau
>> makan. Namun ketika dipadukan, jadilah arsik -- ikan mas yang lezat.
>>
>> Begitulah hidup dalam Tuhan. Jika dilihat sebagian bisa terasa pahit,
>> pedas, dan tidak enak. Namun paduan yang pedas, pahit, dan hambar
>> bisa menjadi nikmat. Yusuf bertumbuh bijaksana justru lewat
>> pengalaman pahit dan pedas selama di Mesir. Dibenci saudara, dijual
>> ke Mesir, menjadi budak Potifar, difitnah istri Potifar, dipenjara
>> dan dilupakan, semuanya adalah pengalaman pahit di hidup Yusuf. Itu
>> bisa saja menjadikannya pribadi yang penuh amarah, benci, dan dendam.
>> Namun, Yusuf belajar melihat hal itu sebagai cara Tuhan memelihara
>> Israel demi menggenapi janji-Nya kepada Abraham.
>>
>> Inilah teologia arsik. Hidup kita ibarat arsik. Jangan hanya
>> melihatnya sepenggal-sepenggal. Jangan terfokus pada sisi buruknya
>> saja. Lihatlah secara keseluruhan. Pengalaman hidup yang pahit akan
>> membuat iman dan karakter kita bertumbuh dewasa dan berbuah. Segala
>> sesuatu yang awalnya tampak buruk adalah resep Tuhan meramu sebuah
>> keindahan rohani dalam hidup kita. Tuhan, arsitek hidup manusia, akan
>> menjadikan semua indah pada waktunya --DBS
>>
>> HIDUP SEPERTI ADONAN KUE YANG TERDIRI DARI BERBAGAI BAHAN
>> YANG TAK DAPAT DIRASA NIKMAT HINGGA KUE ITU DISAJIKAN
>>
>>
>> e-RH versi web: http://www.glorianet.org/rh/052009/11.html
>> e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/05/11/
>> ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
>> Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Kejadian+50:15-21
>>
>> Kejadian 50:15-21
>>
>> 15. Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka
>> telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam
>> kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang
>> telah kita lakukan kepadanya."
>> 16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada
>> Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
>> 17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya
>> kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah
>> berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya
>> kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah
>> Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
>> 18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya
>> serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
>> 19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab
>> aku inikah pengganti Allah?
>> 20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,
>> tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan
>> maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni
>> memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
>> 21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan
>> anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan
>> menenangkan hati mereka dengan perkataannya.
>>
>>
>> Bacaan Alkitab Setahun:
>> http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+91-93
>>
>>
>> e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
>> Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
>> Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
>>

[ Renungan ] Jangan heran

Dalam khasanah kebijaksanaan Jawa, ada petuah yang berkata demikian: Ojo gumunan, ojo kagetan, mulad sarira, hangrasa wani. Artinya:
Jangan mudah heran, jangan mudah terkejut, beranilah melihat dan mengoreksi diri apa adanya. Bagi orang Jawa, selain kesadaran diri,
kemampuan untuk menguasai diri sehingga tidak mudah dikejutkan dan dibuat terpesona adalah nilai-nilai diri yang unggul. Apabila mudah
bingung dan terpesona, orang mudah kehilangan orientasi diri. Itu sebabnya, ketenangan batin menjadi kunci.


http://inacraft-asia.blogspot.com
http://ina-media.blogspot.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes